Diperbaharui :
https://drive.google.com/open?id=0B4GjE8ZbhPKjLURCRTA1UVZLQU0
Sabtu, 26 Maret 2016
Rabu, 23 Maret 2016
Rabu, 16 Maret 2016
Pertumbuhan dan Perkembangan
A.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah
proses menambahnya tinggi, volume, atau massa tubuh makhluk hidup yang biasanya
bersifat kuantitatif (dapat dihitung dengan angka). Pertumbuhan ini kebanyakan
dapat dilihat dari fisik makhluk hidup itu sendiri. Proses pertumbuhan dapat
terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel (pembelahan sel). Umumnya
pertumbuhan akan terbatas pada usia, artinya pada usia tertentu makhluk hidup
akan terhenti pertumbuhannya. Contoh pertumbuhan adalah bertambahnya tinggi
badan seseorang.
Pengertian Perkembangan
Perkembangan merupakan sebuah proses
perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan tertentu.
Perkembangan bersifat kualitatif artinya tidak dapat diukur dan dinyatakan
dalam angka, lebih dilihat dari segi fungsionalnya untuk menjadi makhluk yang
sempurna seutuhnya.. Contoh dari perkembangan adalah ketika bayi baru lahir
tentu ia belum bisa berbicara, kemudian secara perlahan ia bisa mengucapkan
kata-kata tertentu sampai akhirnya ia fasih berbicara. itu adalah contoh dari
perkembangan yang terjadi pada manusia. Berbeda dengan pertumbuhan,
perkembangan tidak dibatasi oleh usia karena pada usia tua manusia tetap bisa
mempelajari bahasa baru yang juga termasuk ke dalam bentuk perkembangan.
Kamis, 10 Maret 2016
Rabu, 09 Maret 2016
Psikosis dan Neurosis
A.
Neurosis
Pengertian Neurosis
Neurosis kadang-kadang disebut psikoneurosis dan gangguan jiwa
(untuk membedakannya dengan psikosis atau penyakit jiwa. Menurut Singgih
Dirgagunarsa (1978 : 143), neurosis adalah gangguan yang terjadi hanya pada
sebagian dari kepribadian, sehingga orang yang mengalaminya masih bisa
melakukan pekerjaan-pekerjaan biasa sehari-hari atau masih bisa belajar, dan
jarang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
Dali Gulo (1982 : 179), berpendapat bahwa neurosis adalah suatu
kelainan mental, hanya memberi pengaruh pada sebagaian kepribadian, lebih
ringan dari psikosis, dan seringkali ditandai dengan : keadaan cemas yang
kronis, gangguan-gangguan pada indera dan motorik, hambatan emosi, kurang
perhatian terhadap lingkungan, dan kurang memiliki energi fisik, dst.Neurosis,
menurut W.F. Maramis (1980 : 97), adalah suatu kesalahan penyesuaian diri
secara emosional karena tidak diselesaikan suatu konflik tidak sadar.
Langganan:
Postingan (Atom)